logoblog

Ramadhan Mengajarkan Kesederhanaan Dalam Taqwa

domain
Seconpedia.web.id - Alhamdulillah dan patut disyukuri jika pada tahun ini kita masih bisa bertemu Bulan Ramadhan ini. Tentunya bukan hanya Umat muslim di dalam negeri saja, tapi diseluruh dunia pun merasakan kebahagiaan yang sangat.

Ilustrasi Gambar


Di dalam ajaran Agama Islam menjelaskan, bahwa bulan suci ramadhan memberikan seribu kali lipat kebaikan dibanding bulan-bulan lainnya. Disamping itu, umat muslim pada bulan Ramadhan melaksanakan ibadah puasa yang wajib dilaksanakan selama sebulan penuh sesuai dengan tuntunan dan ajaran yang dijelaskan pada Al-Quran dan Hadist.

Seperti dijelaskan dalam Al-Quran

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Q.S. Al-Baqarah: 183)


Sebagai umat muslin yang beriman tentunya sudah menjadi keharusan untuk melaksanakannya agar lebih bertaqwa kepada Sang Penciptanya yaitu Allah SWT. Seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW terdapat dalam hadist berikut.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: بُنِيَ الإِسْلامُ عَلى خَمْسٍ: شَهادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقامِ الصَّلاةِ وَإِيتاءَ الزَّكاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. (رواه البخاري)

Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima (pondasi), yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (H.R. Al-Bukhari)

Bulan Suci Ramadhan Mengajarkan Kesederhanaan

Terlepas dari itu semua ada makna penting yang harus difahami untuk kita semua sebagai umat muslim yang baik. Dimana setiap hal selalu mengandung tabir dan hikmah, terlebih ini merupakan perintah wajib dari Allah SWT.

Ternyata ramadhan datang mengajarkan kita sebuah kesederhanaan hidup untuk tidak berfoya-foya dalam menjalani hidup di dunia ini. Selain itu, puasa yang kita jalani pun akan terasa lebih bermakna apabila kita mampu menahan segala hawa nafsu kita. Karena selain hanya menahan lapar dan dahaga, ada nafsu manusiawi yang perlu kita kendalikan sendiri.

Kesederhanaan Dimulai Saat Berbuka Puasa

Sebagai contoh sebuah kesederhanaan dari cara kita memaknai bulan suci ramadhan ialah dengan tidak berlebihan saat berbuka puasa. Inti lain dari berbuka puasa ialah menahan hawa nafsu kita dalam segala keinginan untuk melampiaskan rasa lapar dan dahaga setelah berpausa seharian penuh.

Cukupkan saja dengan niat dan bersegera membatalkan puasa apabila waktunya telah tiba.

 Niat Berbuka Puasa

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin

Terjemahannya, "Ya Allah keranaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."

Secara sunnah Rasulullah SAW mengajarkan berbuka dengan segelas air dan tiga butir kurma. Mungkin kita bisa melakukannya dengan mudah, namun jika sulit mendapatkan kurma kita bisa menyesuaikan dengan air putih atau teh manis hangat pun rasanya ssudah cukup.

Dilanjutkan Dengan Santap Sahur

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk makan atau sahur sebelum berpuasa, karena hal itu merupakan salah satu bentuk ibadah agar puasa kita lebih baik.

Jangan Lupa Diakhiri Dengan Niat Puasa Ramadhan

Salah satu syarat sah ibadah puasa kita adalah adanya "Niat". Niat merupakan bentuk pernyataan secara jasmaniah dan rohaniah kita, baik secara lahir maupun batin. Jadi jangan lupa untuk berniat terlebih dahulu saat memulai puasa.

Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'aala.

Terjemahannya, "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Bulan Suci Ramadhan Mengajarkan Kita Untuk Lebih Taqwa

Ada yang menyebut Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan seribu ampunan. Bukan suatu hal yang tidak mungkin terjadi, karena jika memang kita bersungguh-sungguh bertaubat Allah akan senantiasa mengampuni dosa-dosa kita dan mengabulkan segala doa umatnya yang beriman dan bertaqwa.

Salah satu amalan yang sering dilakukan saat bulan ramadhan ialah dengan cara mendirikan shalat Tarawih pada malam hari. Seperti yang dijelaskan pada hadist berikut;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Nawawi (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6:39)

Selain itu, beliau beliau juga pernah mengumpulkan keluarga dan para shahabatnya. Lalu beliau bersabda,

مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh” (HR. An-Nasai dan selainnya, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Irwa’ no. 447)

Semoga Allah selalu melimpahkan karunai-Nya kepada kita semua, dan menjaga lisan-lisan kita dari perkataan dusta, apalagi berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam.
linkuid'

No comments:

Post a Comment

Berlangganan Gratis